Sabtu, 08 Juni 2013

MISTERI DI BALIK PEMBERIAN NAMAKU



Shubuh itu..  kala fajar mulai menyingsing….. tampakkan kemilau cahaya keemasan dari ufuk timur, saat ayam jago berkokok nyaring dengan jantannya seolah-olah menyeru pada khalayak insan bahwa sekarang hari telah mulai pagi, tanda di mulai babak baru untuk beraktifitas lagi.
Namun fajar kala itu beda dengan fajar lainnya, tepatnya sih hari minggu tapi kog bisa di katakan beda dengan hari-hari atau bahkan waktu fajar lainnya?? Hmm….. ada apa ya gerangan ini??? Atau mungkin terbesit hal lain gituuu…….. entahlah… seoalah-olah meyimpan misteri tersendiri.
Di waktu fajar itulah terlahir seorang anak laki-laki dari rahim seorang ibu desa yang kelak nantinya si jabang bayi akan memberi harapan nan perubahan nantinya bagi semuanya… aminnnn………… sudah jadi takdir kiranya sang Pencipta memberikan waktu kelahiran si anak tersebut tepat di hari minggu saat fajar mulai menyingsing tersebut.
Sebenarnya tak ada yang tahu kecuali si ibu dan sang Khaliq saat terjadi saat-saat yang mendebarkan itu, yahh…… si ayah yang saat kelahiran anaknya itu sedang tidak ada di rumah, tepatnya sih… ikut training keguruan di salah satu universitas terkemuka di Malang. Trus yang lainnya?? Sebenarnya sih tahu. Tapi bisa dikatakan agak telat..  tapi yang maha kuasa memang telah menentukan takdir si jabang bayi ini.
Selang beberapa menit kemudian, terlahirlah si jabang bayi ini dengan selamat.. alhamdulliah……. Ucap syukur si ibu beserta seluruh keluarga yang ada di rumah pada saat itu. Jeritan tangis tawa gembira menyelimuti awal-awal kedatangannya di dunia fana ini… kehadirannya telah di tunggu-tunggu sejak hampir 1 tahun yang lalu.
Seperti sudah jadi suratan takdir kiranya, hari kelahirannya yang tepat tanggal 27 agustus 1995 ini di meriahkan oleh parade drumband di desanya sore itu.. benar-benar meriah sekali… bunyi klakson, terompet, bass, tinfoil, drum dsb menggema seantero desa Kamulan.. benar-benar meriah.. tepatnya sih kan itu di desa itu di peringati hari maulud nabi dan gak heran.. tradisi seperti itu emang ada bahkan hingga kini tetap ada.. seolah-olah tidak terkikis oleh perubahan zaman.
Tak lama kemudian, si ayah mengetahui kabar berita kalau anak pertamanya atau buah hatinya itu telah lahir.. ucap syukiur terlantun di bibirnya kala mendengar berita itu. Bergegaslah segera tuk buru-buru pulang setelah tugasnya selesai kendati kepulangannya ini terlambat, guna memeluk si jabang bayi yang kiranya masih berumur beberapa hari itu.
Akhirnya, tepat 7 hari sejak kelahiranku di dunia ini aku bisa merasakan kelegaan yang begitu mendalam. Mengapa???? Yaaa…. Tepat pada hari ketujuh sejak kelahirannku, aku diberi nama, serta dipotong helaian rambutku dan juga di aqiqah yang mana jika anak itu telah di aqiqah secara agama sudah lengkaplah udzurnya atau tanggungannya kala di lahirkan ke muka bumi, wallahua’lam……
Aku di beri nama “AHMAD ‘ARIF ILYAASIN”  sungguh nama yang unik nan berhaluan bahasa arab banget… !  tapi tahu gak sih mengapa aku kog bisa di beri nama itu??? Ada yang tahuu…..??? hayooooo mengapa coba ! 
Tiga nama dari kumpulan nama itu ternyata yang memberi nama juga ada 3 orang yang berbeda.. gitu kata si riwayat mulai bercerita… awal namaku AHMAD itu yang memberi nama tak lain dan tak bukan adalah alm. Kakekku dari pihak ibu, katanya sihh… dia member nama itu supaya ingat mengenai kelahirannku yang tepat pada hari minggu.. lohhhh apa sangkut pautnyaaaa ?? gini… secara harfiah nan logat kearaban, Hehehe… hari minggu itu kan AHAD dalam kalender islami hijriyah. Selain itu juga, guna untuk menyematkan nama nabi terkahir yang pernah ada di muka bumi ini sekaligus penutup dari para rasul nabi Muhammad saw. Subhanallah…..   yang kurang lebih artinya terpuji, baik.
 Nama kedua yaitu ARIF, itu pemberian nama dari ayahku sendiri gan ! katanya sih…. Nama tersebut diambil supaya jadi kenang-kenangan saat ikut training di Malang kala itu, kan dosen atau trainernya namanya arif…denger-denger orangnya tampan, berwibawa, sekaligus pintar…. Semoga saja bisa mengilhami yaaa kepada diriku ini, hehehe. Yang kurang lebih arti nama itu yaitu orang yang mengetahui, bijaksana.
Nah.. lanjut yang nama terakhir nih gan ! ILYAASIN yaa…. Itu nama pemberian dari ibu tercinta, katanya sih namaku itu diambil dari salah satu ayat alqur’an surat AS-SHAFAT ayat ke 130….   Yang mana dalam artinya sebenarnya yaa kurang tahu. Lohh kog bisa??? Yahh benerrrrr nihh.. suerrr !  nama itu merupakan nama jamak yang nama mufrod atau istilahnya sih nama tunggalnya berasal dari kata ilyas, (nama ‘ajam) maksuknya nama yang diambil bukan dari bahasa arab.red ! betul sekalee…… nama ini merupakan nama yang berasal dari bahasa bani israil sob… kan anta tahu sendiri Ilyas kan nama nabi dari golongan bani israil kan ………..sidak punya sidak nih, menurut tafsiran suatu kitab arti ilyas itu insya allah ialah penjaga langit.
Anehnya….. ketika sudah di beri nama seperti itu, orangtuaku khususnya ibuku terkejut nan terheran-heran ketika nama telah tertulis seperti itu, entah kebetulan atau apalah pokoknya terkejut sekaligus bangga. Looooh kog bisa, ada apa emangnya???
Begini…. Alkisah, sebelum aku di lahirkan tepatnya saat masih di kandungan tepatnya sekitar 7 bulan di kandungan, ibuku bermimpi. Dalam mimpinya seolah-olah ia berada di depan rumah sedang duduk membaca alqu’ran saat itu pula ia membaca menghadap ke barat membaca surat as-shafat 7 ayat yaitu ayat 124-130 dimana surat ini berada di urutan ke 37 setelah surat yaasin, begini terjemahannya:

124. (ingatkanlah peristiwa) ketika ia berkata kepada kaumnya: "Hendaklah kamu mematuhi suruhan Allah dan menjauhi laranganNya.
125. "Patutkah kamu menyembah berhala Ba'la, dan kamu meninggalkan (Ibadat kepada) sebijak-bijak pencipta?
126. "Iaitu Allah Tuhan kamu, dan Tuhan datuk nenek kamu Yang telah lalu!"
127. maka mereka mendustakannya; akibatnya mereka tetap akan dibawa hadir (untuk diseksa),
128. kecuali hamba-hamba Allah Yang dibersihkan dari sebarang syirik (maka mereka akan terselamat, dan mendapat sebaik-baik balasan).
129. dan Kami kekalkan bagi Nabi Ilyas (nama Yang harum) Dalam kalangan orang-orang Yang datang kemudian:
130. "Salam sejahtera kepada Nabi Ilyas!"
Dan yang hingga kini yang masih terbayang-bayang dan ingat ayat ke 127-130, tapi sebelum ia membaca ini ia melihat kakak laki-lakinya yang bernama Ahmad Abdullah serta juga melihat teman kakaknya yang bernama Arif.
            Entahlah seperti ini hanya kebetulan belaka atau memang sudah tersirat nama ini yang telah ditakdirkan untukku, semoga dengan pemberian ini aku ini yang masih banyak kekurangan harus lebih semangat dalam menimba ilmu demi masa depan yang lebih cerah.
            Terkadang, ketika aku termenung sendiri pun berfikir, betapa kuasanya sang Khaliq……. Menciptakan semuanya dengan terorganisir teratur seolah-olah tidak ada yang berbenturan lagi sempurna penciptaannya yang tidak bisa disamai oleh makhluknya apapun itu..
SEMOGA APA YANG TERSURAT DALAM CERITA INI ADA HIKMAHNYA………
SEKIANN………………………………………………………………… ! ! ! !
Reaksi:

0 komentar: