Kamis, 14 Maret 2013

KAJIAN MENGENAI "BUGHOT/PEMBERONTAK"


1.       Dasar Hukum
a)      Al-qur’an
Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beri,am itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendakalah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali kepada perintah Allah.Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduaya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil (Q.S. al-Hujurat:9)

b)      Hadits
Dari ibu Umar r.a dari nabi SAW beliau bersabda: “mendengar dan menaati terhadap imam yang adil merupakan kewajiban orang muslim, baik yang ia sukai maupun yang  ia benci selama ia tidak diperintah melakukan maksiat, tidaklah boleh didengar dan ditaati” (H.R. Bukhori Muslim).
Dari Ibnu Umar R.A, ia berkata “telah bersabda Rosulullah SAW. Tahukah engkau bagaimana hukum Allah dalam perkara orang-orang yang telah jadi kaum bughat dari umat ini? Seprang dari sahabat berkata, Allah dan Rosul-Nya yang lebih tahu, Rosulullah bersabda “tidak boleh ditambah lukanya, tidak boleh dibunuh tawanannya, tidak perlu dicari mereka yang lari, dan tidak boleh dibagi-bagi rampasannya (H.R. al Bazzar danHakim).

2.       Syarat-syarat disebut bughot
Jarimah siyasiah belum dinamakan tindak pidana politik yang sebenarnya kecuali kalau memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1.       Perbuatan itu ditujukan untuk menggulingkan negara dan semua badan eksekutif lainnya atau tidak mau lagi mematuhi pemerintahnya.
2.       Ada alasan yang mereka kemukakan, sebabnya mereka memberontak walaupun alasan itu lemah sekali
3.       Pemberontak telah mempunyai kekuatan dengan adanya orang yang mereka taati (pengatur pemberontakan) atau ada pimpinannya.
4.       Telah terjadi pemberontakan yang merupakan perang saudara dalam negara dalam negara sesudah mereka mengadakan persiapan atau rencana.
5.       Setelah diajak berundng dengan bijaksana sebaimana yang telah dilakukan oleh khalifah Ali R.A terhadap ahli ramal dan shiffin.

6.       Penyelesaian Bughot
Kaum bughot yang tertawan hendaklah diperlakukan:
1.       Kalau ada yang terluka jangan ada yang menambah lukanya, seperti memukul dsb.
2.       Tidak boleh dibunuh.
3.       Mereka yang lari tidak perlu dicari, kecuali bila ia mengganggu keamanan.
4.       Harta bendanya tidak boleh dijadikan rampasan.

Cara penyelesaian perkaranya:
1.       Diperangi dahulu sebagai langkah utamanya.
2.       Diadili di muka pengadilan sebagai langkah terakhir.
5.       Hikmah
Pemerintah yang melaksanakan tugas dengan adil sesuai dengan ajaran Islam yang termaktub dalam al-Qur’an dan Hadits wajib ditaati.
Perbuatan yang dilakukan secara individu dan atau kelompok yang secara nyata melakukan makar terhdap pemerintah  yang sah wajib diberantas.
Reaksi:

0 komentar: